Kolose

Kota Kolose terletak di sebuah propinsi Romawi di Asia Kecil tepat di rute perdagangan timur-barat yang melintas dari Efesus ke Tarsus dan ke Siria. Sepanjang kita ketahui Paulus tidak pernah berkunjung ke Kolose namun dalam suratnya, Paulus menyebut orang-orang Kristen di Kolose sebagai saudara-saudara yang kudus dan yang percaya dalam Kristus di Kolose (Kolose 1:2).
Epafras yang disebut Paulus sebagai kawan pelayan yang kami kasihi, yang bagi kamu adalah pelayan Kristus yang setia .... melayani di kota itu. Mungkin ketika Paulus tinggal di Efesus, kira-kira lima tahun sebelumnya, ketika semua penduduk Asia mendengar firman Tuhan (Kisah 19:10; Lihat juga Kisah 19:26) maka Filemon, Afia, Arkhipus, Epafras dan orang-orang lain datang kepada pertobatan. Mereka semuanya menjadi saksi-saksi Kristus yang efektif di wilayah itu. Gereja di Kolose terdiri dari orang-orang Yahudi maupun dari bangsa kafir.
Tujuan dari surat ini adalah untuk menekankan keunggulan Kristus atas segala sesuatu: Karena di dalam
Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bum,..... Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. ...... Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia (Kolose 1:16-19). Paulus mengingatkan mereka bahwa segala sesuatu ada oleh atau melalui Kristus dan segala sesuatu diciptakan untuk Dia dan demi kemuliaanNya. Selain itu ditekankan pula bahwa hanyalah Kristus melalui firmanNya yang dapat memenuhi segala kebutuhan-kebutuhan rohani kita.
Gereja di Kolose juga diperhadapkan dengan beberapa orang percaya dari kalangan Yahudi yang masih percaya bahwa orang-orang Kristen dituntut agar tetap mentaati hukum-hukum Musa dan juga adanya orang-orang lain yang mempraktekkan penyembahan kepada malaikat-malaikat. Karena itu Paulus mengemukakan tentang kecukupan Kristus yang dapat memenuhi segala sesuatu. Ia mengingatkan: Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus (Kolose 2:8).
Paulus kemudian menunjukkan bagaimana Perjanjian yang Lama yang menekankan tentang sunat telah digantikan oleh Perjanjian yang Baru yang ditetapkan olehYesus. Untuk membuktikan bahwa orang percaya telah mendapat bagian di dalam Perjanjian yang Baru, Paulus mengemukakan bahwa mereka bersama-sama dengan Dia dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia turut dibangkitkan juga oleh kepercayaan kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati (Kolose 2:12). Juga dinyatakan bahwa kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus (Galatia 3:27). Juga Paulus sebelumnya telah menulis kepada jemaat di Roma bahwa sunat jasmani telah digantikan oleh sunat hati: Orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah (Roma 2:29).
Karena itu sebagai ungkapan praktis dari kehidupan Kristus dan tanggung jawab kita sebagai orang-orang Kristen maka kita perlu mematikan dalam diri kita segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu (keinginan yang tak terkendalikan seperti praktek homoseks dan lesbian), nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala (Kolose 3:5).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar