II Korintus


Karena kurang mendapat sambutan di Atena (Kisah 17:23,30-34), Rasul Paulus berangkat ke Korintus yang terletak kira-kira 50 mil ke sebelah barat. Di sana ia tinggal hampir dua tahun (Kisah 18:11,18). Selama ia tinggal di sana, ia membiayai dirinya dengan bekerja sebagai pembuat tenda, bersama-sama dengan Akila dan Priskila. Kedua suami istri Yahudi ini mengungsi dari Roma karena perintah Kaisar Klaudius yang mengharuskan seluruh orang Yahudi keluar dari kota itu (Kisah 18:1-2).
Dengan penduduknya yang lebih dari 400,000, Korintus terkenal sebagai kota yang makmur. Kota ini menguasai jalur perdagangan laut timur/barat dan juga perdagangan darat utara/selatan. Korintus merupakan ibu kota Akhaya, sebuah propinsi Romawi dan salah satu kota terkemuka di Yunani.
Di atas bukit yang membentang ke arah Korintus terlihat sebuah kuil penyembahan kepada dewi Aphrodit, dewi cinta. Di kuil ini banyak kaum pelacur wanita maupun lelaki melakukan praktek amoral mereka sebagai
bagian dari upacara ritual agama mereka.
Ketika Paulus meninggalkan Korintus, ia mengakhiri perjalanan pengabaran Injilnya yang kedua dengan berhenti sebentar di Efesus. Di sana ia meninggalkan Akila dan Priskila (Kisah 18:18-19), yang memulaikan pertemuan jemaat di rumah mereka (I Korintus 16:19).
Dalam perjalanan pengabaran Injil yang ketiga, Paulus kembali ke Efesus (I Korintus 16:8) dan di sana ia menerima laporan yang mengecewakan mengenai permasalahan-permasalahan yang muncul dalam jemaat Korintus (I Korintus 1:11; 5:1; 7:1; 11:18). Gereja itu terpecah belah menjadi empat kelompok (I Korintus 1:10 - 4:21) dan sebagian dari anggotanya terjerumus ke dalam hal-hal amoral (I Korintus 5:1-13). Dalam menanggapi permasalahan-permasalahan yang muncul ini, Roh Kudus menggerakkan Paulus untuk menjelaskan tentang arti dan pentingnya persekutuan dengan darah Kristus …… tubuh Kristus (I Korintus 10:16-17) dan pentingnya melakukan segala sesuatu bagi Kemuliaan Allah (I Korintus 10:31). Ia juga menjelaskan secara mendetail tentang Perjamuan Tuhan, yang dinyatakan oleh Tuhan kepadanya: Inilah tubuhKu, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku! Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darahKu; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku! (I Korintus 11:24-25). Kemudian ia menjelaskan tentang sembilan karunia Roh Kudus yang dijelaskan secara mendetail dalam Fasal 12 – 14. Dalam fasal 13, kita dapat menemukan penjelasan yang sangat indah tentang kasih (fasal 13); dan uraian tentang kebangkitan Kristus dalam fasal 15.
Tujuan utama surat II Korintus adalah untuk memuji tindakan disipliner yang telah diambil oleh jemaat terhadap mereka yang berbuat dosa sebagaimana petunjuk yang dikemukakan oleh Paulus dalam suratnya yang sebelumnya. Kitab ini juga memperingatkan tentang nabi-nabi palsu, dan mempertahankan otoritas kerasulan Paulus (II Korintus 10 - 13).
Setelah keberangkatan Paulus, tampaknya timbul kelompok-kelompok dalam gereja yang menentang kepemimpinannya dan meragukan jabatannya sebagai rasul. Mereka mengatakan : Sebab, kata orang, surat-suratnya memang tegas dan keras, tetapi bila berhadapan muka sikapnya lemah dan perkataan-perkataannya tidak berarti (II Korintus 10:10). Tema utama dari II Korintus adalah pelayanan pendamaian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar