Kitab Nabi Hosea


Nabi Hosea diam di Israel, Kerajaan Utara dan ia bernubuat selama kira-kira 50 tahun. Pelayanannya terjadi selama generasi terakhir Kerajaan Utara, mungkin pada beberapa tahun terakhir dalam pemerintahan Yerobeam II, sebelum serangan bangsa Asyur yang mengakhiri Kerajaan Israel itu (Hosea 8:9).
Tampaknya selama pelayanan Hosea sebagai nabi, Kerajaan Utara sedang mengalami kemakmuran yang sangat besar dan perluasan wilayahnya. Ini disebabkan oleh kemerosotan Aram dan Moab yang mengakibatkan Kerajaan Utara itu menguasai sebagian besar jalur perdagangan timur-barat di kawasan itu. Namun, pusat penyembahan patung emas yang telah didirikan sebelumnya di kota Betel dan Dan telah menyiapkan jalan bagi menyusupnya penyembahan kafir yang tak bermoral yakni penyembahan kepada dewa Baal dan Asytoret (I Raja-Raja 12:28-32; Juga Hosea 2:13; 10:5-6; 13:2).
Israel telah melanggar hubungan perjanjiannya dengan Allah, sama seperti seorang istri yang telah berselingkuh
dengan kekasih lain dan telah mengingkari perjanjian nikahnya (Hosea 2:7-13). Hosea telah mengalami banyak penderitaan dan rasa malu karena tindak tanduk Gomer, istrinya. Pengalaman pahit ini telah menyiapkannya untuk memahami dukacita yang Allah rasakan atas kejahatan yang dilakukan bangsa Israel. Ia juga menyadari bahwa dosa-dosa mereka bukan hanya pelanggaran terhadap Hukum Allah, melainkan juga merupakan penghinaan kepadaNya dan kasihNya bagi mereka. Karena kasih Hosea yang rela mengampuni istrinya yang telah menyeleweng, maka hubungan dengan istrinya itu dipulihkan. Lewat pengalaman ini ia pun mengajak orang-orang Israel untuk bertobat dari perzinahan rohani yakni penyembahan berhala dan berbalik kepada Allah yang karena kasih dan kemurahanNya akan dapat memulihkan pemeliharaan dan berkatNya ke atas bangsa itu (Hosea 2:8,16; 10:12; 11:8-9; 12:6; 14:1,4).
Hosea disebutkan beberapa kali di dalam Perjanjian Baru (bandingkan Hosea 6:6 dan Hosea 12:6 dengan Matius 9:13; 12:7; and Hosea 10:8 dengan Wahyu 6:16).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar